Hai halo maaf ya kalian nunggu lama postingan mendadak garut part duanya (ngomong sama PC). Apa? Putri sok sibuk? sok nggak punya waktu? sok pura-pura punya kekasih (ini apaan dah -_-) okey aslinya emang ini tulisan udah siap rilis akhir Maret kemaren hahaha tapi karena guenya yang molor nulis terus dan terus akhirnya bablas sampe mau ke akhir April lagi (iya tonjokin aja putrinya). Pada akhirnya di hari Kartini ini gue membulatkan tekad untuk menyelesaikan tulisan mendadak garut part 2, iyadong membulatkan!catet! tekad! bukan membulatkan pipi! Percuma Ibu Kartini susah payah memperjuangkan hak para wanita di Indonesia (apa hubungannya?), anyway happy reading gaes ;)
Jum'at, 20 Februari 2015
Kemana kita hari ini? Itu yang terlintas di pikiran gue
ketika pertama kali bangun dari tidur gue yang (nggak) panjang karena gue
(bukan) Snow White. Tengs.
Gue tengok ke sebelah oh ternyata masih sendiri, kirain
bangun tidur udah punya teman hidup *elah put lagi liburan*. Di kamar tinggal
gue sendirian, Kak Lady udah bangun. Gue denger dari dalam kamar suara Dion
dan Kak Lady lagi bercengkrama layaknya burung dara di iklan (emang ada?).
Kemudian dengan muka yang masih muka bantal, mungkin ilerpun
masih bertengger di muka gue, gue keluar kamar. Bersiap-siap mau nyapa Dion
dan Kak Lady. “Selamat paaaa…” eh omongan gue terhenti di udara ketika gue
melihat pemandangan yang hasyu. Di luar kamar nggak ada orang. Eh ini pada
kemana? Gue celingukan kemudian masuk kamar mandi. Dari dalam kamar mandi gue
denger suara Kak Lady teriak “Yon, Yono! Ke belakang rumah yuk. Liat yang
hijau-hijau. Segerrr.” Gue pun dari kamar mandi menyahut sekenanya aja karena
mau sikat gigi.
“Ikuuuuttt. Kaled aku ikuuutttt!” Teriak gue. Kemudian
hening. Keluar dari kamar mandi yang gue liat Dion udah bersiap-siap mau
pake sendalnya dan gue tanpa babibu e o lari keluar.
Udara Jum’at pagi di Garut saat itu sangat segar. Di
belakang rumah terbentang hamparan sawah yang hijau. Di depan portal masuk
komplek berdiri kokoh Gunung Guntur. Ah andai Gunung Guntur tidak tutup, pengen banget rasanya
langsung caw kesana.
| duuuh sejuknya liat yang hijau-hijau, apalagi liat kamu |
Tapi kita nggak lama di
belakang rumahnya. Karena Kak Lady kebelet mau setoran dan dese nggak bisa buka
kunci rumah hahahahaha.
Selesai sholat Jum’at Kang Sandy
udah pulang kerja. Oh iya lupa kasih tau kalo Kang Sandy
ini salah satu penjaga di Lapas Garut cieeeee. Kemudian dia menanyakan kita mau
kemana hari ini. Akhirnya pilihan jatuh ke Cagar Budaya Candi Cangkuang.
Candi Cangkuang adalah candi
Hindu yang terdapat di Kampung Pulo wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut,
Jawa Barat. Waktu tempuh dari rumah Kang Sandy kurang lebih 45-60 menit. Selama
perjalanan ke Candi Cangkuang kami disuguhi pemandangan Garut yaitu Gunung
Guntur dan bukit-bukit.
Candi Cangkuang terdapat di
sebuah pulau kecil yang bentuknya memanjang dari barat ke timur dengan luas
16,5 ha. Pulau kecil ini terdapat di tengah Danau Cangkuang. Kemudian kami
sampai di Cagar Budaya Candi Cangkuang.
Harga tiket masuk per orangnya Rp. 3.000,-. Cukup murah bukan.
| Here We Are Gaes |
Kita tidak langsung menyebrang ke Kampung Pulo. Karena duo
fotografer Dion dan Kang Sandy mau hunting foto dulu. “Sana Put kamu diri di
ujung getek.” Gue dan Kak Lady korban
foto dari duo fotografer ini. Disuruh berdiri di ujung bambu yang terhubung
sama getek. Elah gue tuh agak takut kalo jalan di atas air. Berasa Aang, the
legend of Avatar tsaaaah.
| Entahlah ada apa dengan mata mereka berdua |
Mengingat waktu yang semakin
sore, kami sudahi sesi foto-foto di ujung getek dan berujung dengan tawar
menawar harga getek yang sangat alot. Alot banget! Kalah deh daging kerbau. Si
bapak yang menyewakan getek bersih keukeh bahwa 1 orang dikenakan tarif Rp.
20.000,- bolak balik nyebrang. Alasannya karena sudah sore dan tidak ada
rombongan lain. Kami bertiga hanya bisa menyimak tawar menawar tersebut dengan
tatapan nggak ngerti.
Akhirnya. Iya akhirnya Kang
Sandy menang. Menangis untuk tawar menawar tersebut dan dese memiliih untuk
menenggelamkan dirinya sendiri ke dalam Danau Cangkuang karena kalah hahaha.
Kami menyerah pada harga Rp. 15.000,-/orang.
Hanya butuh waktu kurang lebih
5 menit untuk menyebrang ke pulau kecil dimana di dalamnya ada Kampung Pulo dan
Candi Cangkuang. 5 menit 15rebu men, dapet bakso 1 mangkok plus es teh, sakit dompet hayati.
Pas sampe di seberang, huaaaaa kok nganu ya pemandangannya.
Pemandangan yang syumpah aaaaak. Kami berempat cengo, muka bego pas sampe
seberang hahaha (ini lebay asli). Pasti kalian penasaran sama pemandangannya.
Wait ya. Jangan kemana-mana. Stay tune! Okays!
| Tji..eeeeh udah sampe sebrang tji..eeeeh |
Sepertinya kami lagi dan lagi kesorean sampai di tempat
wisata. Karena dalam perjalanan kami menuju candi, hampir semua toko souvenir
sudah tutup. Ah tapi tak mengapa, kan
jadinya syepi hahaha. Buat foto-foto enyak, endes.
Dari tempat turun getek candinya sudah keliatan. Kami kira,
iya kami kira ada pintu masuk sekitar situ. Ternyata kami harus memutari
kampung pulo terlebih dahulu hahaha.
| Salah satu toko souvenir yang masih buka. Beli kaled beli. |
Pas masuk kampung pulo rasa-rasanya seperti memasuki
perkampungan betawi hehe. Disini sepi lho. Entah kaminya yang memang kesorean
atau bagaimana. Yang pasti di kampung pulo ini kami hanya berempat. Tidak ada
pengunjung lain. Yuhuuuuu~ bisa guling-gulingan sesuka hati sampe gumoh.
| Backgroundnya Candi Cangkuang lhooo~ |
Di dekat candi ternyata ada makam. Syocked juga pas
liatnya. Nama makamnya itu Makam Eyang Embah Dalem Arif Muhammad. Kami memang
beruntung bahwa tempat wisata ini sepi, tapi kami tidak bisa tanya-tanya
tentang candi ataupun makam yang ada disini, disitu kadang saya merasa sedih.
Overall Candi Cangkuang ini salah satu tempat yang
recommended jika kalian berniat untuk mengunjungi kota Garut di kemudian hari. Letaknya juga tidak terlalu jauh dari terminal Guntur, hanya memakan waktu sekitar 60 menit. Oh iya selepas
dari Candi Cangkuang kami melanjutkan perjalanan kami ke kolam air panas yang
katanya sumber airnya dari kaki Gunung Guntur. Lumayan hitung-hitung relaksasi
tubuh hehe.
Tetap jaga sikap dan tata krama dimanapun kita berada ya kawan :)
Komennya jangan lupa ya reader :)
Komennya jangan lupa ya reader :)
| Salam dari Candi Cangkuang, Garut :) |
