Tuesday, March 3, 2015

Mendadak Garut Part 1 : Talaga Bodas

"Kamu jadi ke Jogja Put?" Tanya Kak Lady ketika makan soto ceker bersama Saya beberapa hari sebelum keberangkatan Saya ke Jogja.
"Kayaknya aku cancel deh kak." Jawabku sekenanya, maklum lagi makan ceritanya.
"Kalau begitu ikut aku aja ke Garut. Aku sekalian mau meet up sama Sandy." Sambung Kak Lady.
Kemudian mata Saya ada gambar hatinya like an emoji in whatsapp "Garuuuttt, aaaaak mauuuu! Iya aku ikut kak!"
Begitulah sepenggal cerita awal mula perjalanan ini Saya mulai.

Rabu, 18 Februari 2015

Meeting point yang dijanjikan di Terminal Kampung Rambutan jam delapan malam berubah mundur teratur menjadi jam sembilan hehehe itu semua gara-gara Saya telat datang *kemudian terdengar suara Kak Lady dan Mas Dion dari kejauhan 'semua gara-gara Putri'* Oh iya Dion juga ikut dalam perjalana kali ini lho. Jadilah kami bertiga ke Garut. Dari Terminal Kampung Rambutan kami naik bus sekitar pukul sepuluh malam. Tapi nama busnya nggak jelas. Ketika mau bayar ongkos ada yang aneh dengan tarifnya.
"Ke Garut 3 orang Rp. 195.000" Ucap sang kernet.
Kami bertiga melongo saling bertukar pandang satu sama lain. Gilak kenapa mahal banget, bathin Saya dalam hati.
"Mahal banget Pak, Rp. 150.000 deh 3 orang." Tawar Kak Lady.
"Yaudah nggak apa-apa deh iya Rp. 150.000 untuk 3 orang." Jawab si kernet santai.
Setelah membayar ongkos kemudian kami bertiga mulai memulai argumen satu sama lain tentang bus tersebut. Argumen panjang selesai ketika kami memutuskan untuk pergi ke alam mimpi masing-masing.

Sampai di Garut sekitar pukul lima pagi. Iya lima pagi. Astaghfirullah ke Garut yang normalnya empat jam, ini bisa hampir delapan jam. Semua itu tentu bukan salah Saya haha tetapi karena ada beberapa ruas jalan yang banjir sehingga menghambat jalannya kendaraan. Kemudian kami dijemput oleh Kang Sandy dan didrop ke rumahnya. Iya rumah ini yang akan menjadi tempat tinggal kami selama 4 hari di Garut :)

Kamis, 19 Februari 2015 

Kamis siang, sekitar pukul dua kami bergegas untuk ke tempat wisata yang pertama yaitu Talaga Bodas. Orang awam mungkin akan mengira bahwa Talaga Bodas ini adalah Kawah Putih. Jika dilihat memang sangat mirip apalagi dari warna airnya. Talaga Bodas terletak di Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Talaga Bodas berada pada ketinggian 1.512 mdpl. Dari tempat kami menginap kurang lebih 45 menit menggunakan sepeda motor. Trek untuk mencapai Talaga Bodas sedikit rusak. Banyak lubang, jika hujan turun akan sangat licin. Jadi tetap hati-hati yang guys.

Dari tempat parkir motor, kami masih harus trekking sekitar 5-10 menit untuk sampai ke talaganya. Sebenarnya ada tukang ojek yang siap mengantarkan kami jika kami mau. Tarif per orangnya 5.000. Tapi kami lebih memilih untuk jalan kaki karena kami hemat budget hahaha bukan itu juga sih tapi lebih ke menikmati alam di sekitar Talaga Bodas. Tak terasa kami sudah sampai di depan Talaga Bodas. "Wohoooo" teriak Dion kesenengan kala itu.


Here We Go, Talaga Bodas


Saya pun jatuh hati dengan foto ini sejak pertama melihatnya :D



Mungkin karena kami datangnya sudah menjelang sore jadi dengan cepat kabut pun turun menutupi talaga. Padahal kami sedang asik-asiknya menikmati pemandangan disana. Pandangan kami seketika terhalang oleh kabut. Awalnya kami kira hanya kabut biasa, ternyata tidak. Semakin lama kabut yang turun semakin tebal dan membawa rintik hujan. Kami memutuskan untuk bergegas dan membereskan barang bawaan kami.


Talaga Bodas yang tertutup kabut wiiiii

Karena letaknya yang berada di ketinggian 1.512mdpl tidak menutup kemungkinan bahwa kabut setiap saat bisa saja turun. Maka sangat disarankan jika kalian hendak pergi kesana untuk membawa sarung tangan dan jaket tebal bagi yang tidak kuat dingin. Apabila kalian mengunjungi Talaga Bodas pada saat musim penghujan lebih baik membawa payung atau jas hujan. Ingat! Keep safety first!
Saran saya jika kalian ingin mengunjungi Talaga Bodas lebih baik dibawah jam 12 siang agar bisa foto sebanyak-banyaknya hehehe dan tidak tertutup kabut. Karena Talaga Bodas menurut saya jauh lebih cantik jika dibanding Kawah Putih apabila tidak ada kabut yang menutupi.

Terima kasih Talaga Bodas atas ceritamu kala itu. Semoga secepatnya Saya bisa kembali kesana lagi. Gonna miss you TaBo :) Keep beautiful ya!^^

Talaga Bodas, Garut 19 Februari 2015




NB :
Tetaplah jaga sikap dan tata krama dimanapun kita berada. Karena alampun akan menjaga kita dengan caranya sendiri :)


Estimasi biaya :

- Bus Kp. Rambutan - Garut Rp. 50.000,-/orang
- Tiket masuk Talaga Bodas Rp. 7.000,-/orang
- Tiket kendaraan beroda dua Rp. 10.000,-













4 comments:

  1. wihiii.. Garut... wihiiii Dioonnn :D sebelum keberangkatannya ke Palembang doi jalan-jalan emesh.. wahahaha

    ReplyDelete
  2. hahaha kak maya :D doi mungkin di Palembang jg jalan-jalan emesh *gagal fokus*

    ReplyDelete
  3. halo gustiyan hehe dodol garut kah?

    ReplyDelete